Dampak Negatif dan Cara Mengatasi Spam Pada Komentar Blog

Dampak Negatif dan Cara Mengatasi Spam Pada Komentar Blog – Sebagai blogger, baik pemula maupun professional, salah satu permasalahan yang kerap dihadapi adalah komentar spam.

Komentar seperti ini tidak menambahkan sesuatu yang berguna dalam percakapan, jadi sebenarnya komentar spam ini untuk apa ya?

Beberapa orang yang ‘malas’ biasanya melakukan spamming seperti ini untuk mendapatkan backlink dengan cara yang salah.

Mereka biasanya berharap dengan melakukan spamming maka akan mendapatkan traffic ke website pribadi mereka.

Baca Juga : Cara Membuat Blog dengan Menggunakan blogger.com

Alih-alih mendapatkan backlink dengan membuat konten bermanfaat dan meminta blogger lain untuk melakukan backlink, spammer hanya meninggalkan komentar yang berisi link yang mengarahkan ke apa pun yang ingin mereka promosikan.

Bahkan beberapa spammer yang lebih handal akan mengandalkan theme blog tertentu untuk secara otomatis memasukkan link ke URL pilihan mereka.

Sederhananya, jika sebuah komentar terlihat lebih seperti iklan yang tidak diminta, itu kemungkinan besar adalah komentar spam.

Apa Dampak Komentar Spam Pada Blog Saya?

Komentar spam tentu menyebalkan dan mengganggu, tapi apakah ini benar-benar masalah besar?

Sebenarnya, ada banyak alasan mengapa Anda ingin memastikan spam komentar tidak tetap ada di blog Anda, termasuk:

  • Komentar spam membuat Anda terlihat seperti tidak peduli dengan blog Anda. Jika area komentar Anda dikotori dengan iklan, link ke situs porno, dan link lain yang tidak relevan, itu akan membuat Anda terlihat seperti tidak mengurus website/blog Anda. Seringkali komentar spam membuat pembaca Anda enggan untuk meninggalkan komentar ‘sungguhan’, padahal komentar ‘sungguhan’ inilah yang dibutuhkan semua blogger untuk meningkatkan engagement.
  • Komentar spam memberi Google alasan untuk membenci Anda. Bahkan jika ada satu saja link mencurigakan di blog Anda dapat menyebabkan Google memberi pinalti pada domain Anda. Sekalipun link tersebut hanya berada di area komentar Anda, Google mungkin menganggap Anda mengizinkan hal tersebut berada di tempat lain di situs Anda, dan mungkin menghukum Anda dengan memberi peringkat pencarian lebih rendah pada Google.
  • Komentar spam membuat pembaca Anda tidak nyaman. Pembaca Anda perlu merasa bahwa situs Anda adalah tempat yang aman untuk dikunjungi. Jika pembaca Anda, secara sengaja maupun tidak, mengeklik link di salah satu komentar Anda dan diarahkan ke situs malware atau situs berbahaya lainnya yang kemudian menginfeksi komputer dengan virus atau spyware, pembaca tersebut akan kehilangan kepercayaan pada Anda dan mungkin tidak akan pernah kembali ke situs Anda.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa membiarkan komentar spam merajalela di blog atau situs Anda bukanlah hal yang baik untuk dilakukan. Lantas bagaimana cara menghadapinya? Pertama tentunya kita perlu dapat mengenali komentar seperti apa yang termasuk dalam kategori komentar spam.

Baca Juga : Hal Hal Yang Paling Dibenci Google Pada Blog Kita

3 Cara Mudah Mengenali Komentar Spam

Dalam prakteknya, komentar cenderung terbagi dalam tiga kategori.

Beberapa komentar jelas spam. Inilah komentar yang secara terang-terangan menyertakan link ke situs p*rn*, malware, atau konten lain yang tidak diinginkan.

Demikian juga, ada beberapa komentar yang jelas bukan spam. Ini adalah komentar yang dipikirkan dengan cermat dari pembaca sebenarnya.

Tapi ada jenis komentar ketiga yang berada di “area abu-abu”. Komentar ini mungkin tampak legit secara sekilas tapi cenderung menggunakan kata-kata atau kalimat yang generic dan tidak spesifik mengenai konten Anda. Komentar tersebut mungkin berbunyi, “Nice post!” atau contoh-contoh generic lainnya yang serupa.

Seringkali komentar “abu-abu” ini bukanlah kerja spammer profesional yang menggunakan software khusus untuk secara otomatis mengirimkan komentar jahat mereka, namun adalah pemilik situs berkualitas rendah yang mencari traffic tambahan ke website mereka. Anda mungkin tidak perlu menandai komentar berkualitas rendah ini sebagai spam, namun Anda bisa menghapusnya atau mengabaikannya.

Beberapa pertanyaan berikut mungkin dapat membantu Anda mengevaluasi komentar yang patut dipertanyakan:

  1. Apakah komentar itu spesifik, dan apakah itu relevan dengan isi post? Beberapa spammer mengirim pujian generik. Jika komentar tersebut terdengar generik dan bisa diposkan pada posting blog di situs manapun, kemungkinan besar itu adalah spam.
  2. Apakah alamat email dan website komentar terlihat meyakinkan? Jika commenter menempatkan frase “kaus NFL murah dari China” atau sejenisnya pada kolom nama dari form komentar, komentarnya bisa dikatakan adalah spam. Jika alamat emailnya sepertinya dibuat oleh komputer dan bukan manusia, itu juga merupakan indikator kuat dari komentar tersebut adalah spam.
  3. Apakah komentar itu diisi dengan keyword? Komentar spam seringkali diisi dengan kata kunci dan frase kata kunci, yang berarti commenter sedang mencoba untuk mengambil beberapa poin SEO Google. Jika komentar tersebut berbunyi lebih seperti iklan yang ditulis dengan buruk, kemungkinan komentar tersebut adalah spam.

Menghapus komentar spam satu per satu akan sangat menyita waktu dan tidak efisien, terlebih jika komentar spam terus menerus muncul. Namun ada 4 metode utama untuk memerangi komentar spam.

  1. Setting WordPress untuk meminimalisir komentar spam
  2. Menggunakan third-party comment-hosting platform
  3. Menggeser percakapan ke media sosial
  4. Menghapus kolom komentar secara keseluruhan

Metode 1: Setting WordPress untuk Meminimalisir Komentar Spam

Sebagai platform blogging dan website paling popular di dunia, WordPress menjadi sasaran empuk komentar spam. Meskipun memang sebenarnya tidak ada platform yang kebal dari spam.

Beberapa hal yang dapat dikonfigurasi dari WordPress untuk meminimalisir komentar spam adalah:

  • Nyalakan mode hold comment moderation, artinya setiap komentar yang masuk harus Anda approve terlebih dahulu baru bisa muncul di website/blog Anda.
  • Mematikan trackbacks, trackback seringkali disalahgunakan untuk spam sehingga sebaiknya mode ini dimatikan untuk meminimalisir spam.
  • Secara otomatis menutup kolom komentar setelah 30-60 hari
  • Menggunakan spam-blocking plugin seperti Akismet

Metode 2: Menggunakan Third-party Comment-hosting Platform

Third-party comment-hosting service seperti Disqus mengharuskan commenter untuk login dengan account Disqus untuk dapat menuliskan komentar.

Hal ini mungkin akan sedikit menyulitkan pembaca Anda untuk menulis komentar tapi di sisi lain tentu juga menyulitkan bot atau spammer.

Selain itu layanan pihak ketiga semacam ini biasanya memiliki metode sendiri untuk meminimalisir komentar spam.

Metode 3: Menggeser Percakapan ke Media Sosial

Pada bulan Maret 2014, Copyblogger menutup komentar di situs WordPress-nya, dan memindahkan diskusi tentang entri blognya ke Google+ – terutama karena tim Copyblogger membuang banyak waktu untuk menangani spam komentar di situs mereka.

Sekarang, di akhir setiap posting Copyblogger, mereka melakukan link ke posting diskusi Linkedin tentang topik itu. Mereka mengundang pembaca mereka untuk masuk ke LinkedIn dan berpartisipasi dalam diskusi tersebut.

Pembaca Copyblogger awalnya tidak setuju pada keputusan tersebut, namun tim Copyblogger mengatakan bahwa ini adalah langkah yang tepat untuk mereka.

Sonia Simone, CMO dari Copyblogger, mengatakan bahwa sejak memindahkan percakapan ke media sosial, ia menghabiskan lebih banyak waktu untuk benar-benar berpartisipasi dalam percakapan dengan orang sungguhan. Memindahkan diskusi online Anda ke LinkedIn, Facebook atau Google+ bisa menghilangkan komentar spam.

Metode 4: Menghapus Kolom Komentar Secara Keseluruhan

Metode terakhir untuk memerangi komentar spam sangat drastis namun sangat efektif – menutup komentar sama sekali.

Jika Anda menonaktifkan komentar di blog Anda, Anda tidak perlu moderasi komentar spam lainnya, dan waktu pengelolaan komentar Anda akan turun menjadi nol.

Ini jelas bukan tindakan yang bisa dianggap enteng, namun dalam keadaan tertentu, ini bisa jadi layak dipertimbangkan.

Selain itu, mematikan komentar untuk sementara dapat menyembunyikan kurangnya traffic dan engagement ketika Anda baru memulai blog.

Tulisan “0 Komentar” seringkali membuat Anda terlihat seperti pemula. Menonaktifkan komentar memberi Anda waktu untuk membangun traffic dan email list Anda – Anda dapat membuka komentar saat memiliki audience yang sedikit lebih besar.

Baca Juga : 6 Tempat Terbaik Untuk Mempromosikan Blog

The following two tabs change content below.
Mas Joko
Merupakan Admin Zoteromedia.com yang memberikan yang terbaik untuk publisher dan advertiser untuk mencapai tujuannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Blog Zoteromedia.com © 2017 Frontier Theme